Tuesday, December 10, 2013

Pemangkasan Produksi Pada Tanaman Kakao

Untuk tanaman kakao, melakukan pemangkasan berarti usaha untuk meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman. Pemangkasan tanaman kakao merupakan kegiatan pemotongan/pembuangan bagian tanaman berupa cabang, ranting dan daun yang tidak kita inginkan bagi pertumbuhan tanaman sehingga akan mempercepat terbentuknya buah.Setelah membahas jenis pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan. Jenis pemangkasan selanjutnya adalah pemangkasan produksi.Dan ini juga merupakan bagian yang terpenting yang harus dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.Pemangkasan produksi pada tanaman kakao bertujuan untuk mengatur agar penyebaran daun produkstif merata dan menekan serangan hama penyakit. Pemangkasan produksi dianjurkan untuk dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret atau April dilakukan pemangkasan ringan dan pada bulan Oktober atau November dilakukan pemangkasan berat.Cara melakukan pemangkasan produksi ini adalah dengan memotong cabang atau batang yang tingginya diatas 3,5 sampai 4 meter, mengurangi tajuk yang terlalu rimbun dan memotong cabang yang masuk ke tajuk tanaman tetangganya.
Semoga bermanfaat..............


Sunday, December 1, 2013

Menekan Daya Berkecambah Benih Rekalsitran

oleh : OKI ALFIANI, SP

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa benih rekalsitran adalah benih yang tidak mempunyai masa istirahat hal ini bertolak belakang dengan benih ortodoks sebagai benih yang memiiliki masa dormansi. Pada benih rekalsitran cepatnya proses perkecambahan benih sering menjadi masalah atau kendala untuk mengirim benih ketempat produksi dalam kurun waktu tertentu. Hal ini disebabkan seringnya benih

Saturday, September 28, 2013

Morfologi Daun Tanaman Kakao


Daun atau Folium tanaman kakao merupakan daun tunggal (Folium Simplex) yaitu pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helaian daun saja dengan bentuk tangkai daunnya (Petiolus) atau bulat telur. 

PEREMAJAAN KAKAO DENGAN TEKNIK SAMPING

Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan tanaman perkebunan berumur panjang, mulai berproduksi 3 – 4 tahun setelah tanam, tergantung dari bahan tanaman unggul yang digunakan dan agro-ekosistem pengembangannya. Potensi produksi tanaman kakao unggul seperti ICCRI 01 dan 02, KW 30, 48 dan 162 dapat mencapai 2.160 – 3.200 kg/ha/th dengan berat per biji kering berkisar antara 1,10 – 1,36 g/biji. Berdasarkan data yang ada, luas areal perkebunan kakao di Indonesia pada tahun 2005 telah mencapai 992.448 ha dengan total produksi 652.396 ton dengan produksi berkisar antara 839 – 992 kg/ha/tahun, masih jauh dibawah dari potensi produksi yang sebenarnya. Dari luasan tersebut seluas 887.735 ha (89,45%) diusahakan oleh Perkebunan Rakyat, 49.976 ha (5,04%) oleh Perkebunan Besar Negara dan seluas 54.737 ha (5,51%) oleh Perkebunan Besar Swasta. Kejayaan perkebunan kakao terutama perkebunan rakyat dirasakan pada kurun waktu tahun 1998 – 2003 terutama disentra-sentra perkebunan kakao seperti di Propinsi Sulawesi tenggara dan Sulawesi Selatan. Pada kurun waktu tersebut produktivitas tanaman di perkebunan rakyat dapat mencapai 1.200 kg/ha/th,

Sulawesi Selatan Sentra Bibit Sambung Pucuk Kakao

Sulawesi Selatan merupakan sentra pengembangan kakao di Indonesia. Ternyata daerah ini juga memiliki potensi bibit sambung pucuk hingga jutaan batang.
Pada prinsipnya sambung pucuk adalah menyambungkan bibit batang bawah yang berasal dari biji dengan batang atas yang bersumber dari entres. Kelebihan produksi bibit dengan metoda ini adalah dapat diperoleh bahan tanam yang identik dengan induk asal entresnya. Berbeda dengan bahan tanam dari biji yang sulit dipastikan apakah bakal memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.
Selain itu, bibit sambung pucuk memiliki perakaran yang kuat karena batang bawahnya berasal dari biji. Berbeda bibit asal stek yang memiliki akar serabut.

Tuesday, September 10, 2013

Morfologi Bunga Kakao


      Tanaman kakao bersifat kauliflori. Artinya bunga tumbuh dan berkembang dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga tersebut semakin lama semakin membesar dan menebal atau biasa disebut denganbantalan bunga (cushioll). Bunga kakao mempunyai rumus K5C5A5+5G

Sunday, September 1, 2013

Jamur Tahi Sapi Masuk UU Narkotika

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian orang mungkin tak asing dengan istilah Magic mushroom. Ini merupakan jamur yang biasa tumbuh pada kotoran hewan, terutama sapi. Bila dikonsumsi, bisa memunculkan efek halusinasi tingkat tinggi.
Banyak orang mengira penggunaan jamur sah-sah saja karena sifatnya yang alami. Tapi ternyata jenis jamur ini masuk dalam narkotika golongan I di Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pengguna maupun penjualnya bisa dikenakan pidana.

Friday, August 16, 2013

Penyakit Jamur Upas Corticium salmonicolor



  Diagnosis
Dapat dilihat dari gejala terutamapada percabangan yang sudah berkayu. Serangan jamur upas terdiri dari beberapa tungkatan sbb :
-          Tingkat sarang laba-laba
Serangan muls-mula mirip jamur seperti perak, mirip dengan sarang laba-laba
Tingkat Bongkol
Jamur berbentuk kumpulan-kumpulan hifa
-          Tingkat corticium
Jamur membentuk kerak berwarna merah jambu, kulit cabang dibawah kerak tersebut sudah membusuk
-          Tingkat nekator
Jamur akan dapat berkembang membentuk piknidia berwarna merah tua dan terdapat pada sisi yang lebih kering.
b.      Penyebaran
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B. et Br. Penyebarannya disebabkan oleh angin. Jamur ini bersifat polifag antara lain karet, kopi, the, kina, apel, dan lengkeng. Kebun yang memiliki kelembaban tinggi karena pemangkasan tanaman kakao dan tanaman pelindung yang terlambat sangat membantu perkembanagn penyakit. Apabila musim hujan terus-menerus akan mempercepat perluasan jamur ini.
c.       Kerusakan
Kerusakan yang parah dapat mengakibatkan matinya ranting dan bahkan seluruh tanaman. Di Indonesia penyakit ini terjadi terutama di daerah basah seperti Sumatra utara dan jawa barat.
d.      Pengendalian
-          Saat musim hujan, kelembaban kebun dijaga agar tidak terlalu tinggi dengan melakukan pemangkasan
-          Pemangkasan cabang tanaman yang terserang jamur ditambah 20 cm dibawahnya. Kemudian cabang yang sakit itu dibakar atau dipendam
-          Apabila gejala nya masih tingkat sarang laba-laba dan cabang yang terserang masih hidup bisa dipertahankan dengan cara membersihkan miselium yang menempel kemudian diolesi fungisida
-          Musnahkan sumber infeksi yang terdapat pada tanaman lain.

Monday, July 22, 2013

PEMELIHARAAN KAKAO

                                                     JANUARI




Dimulai pembungaan dan buah kakao terbentuk dengan ukuran dibawah 5 cm.
Panen buah akhir.
Tingkat serangan PBK sangat tinggi karena kurangnya buah kakao yang masak. Waktu yang tepat untuk pemupukan I.
komposisi :
Pupuk urea 150 – 200 gram.
Pupuk TSP 150 – 200 gram.
KCL 200 – 250 gram.
Cara memupuk :
Menabur pupuk disekeliling pohon dengan jarak 75 – 100 cm dari pohon.
Dengan cara tugal, yaitu membuat lubang di sekeliling pohon sebanyak 5 – 6 lubang dengan jarak 75 – 100 cm.
Dengan cara piringan, yaitu membenamkan pupuk di sekeliling pohon dengan jarak 75 – 100 cm.
Dengan cara larikan, yaitu membenamkan pupuk diantara barisan pohon.

Saturday, July 20, 2013

Penyakit Jamur Upas Pada Tanaman Kakao


Begitu banyak jenis jamur merugikan yang menyerang tanaman kakao, salah satunya adalah jamur upas atau dalam bahasa latinnya Corticium Salmonicolor B. et Br, Upasia Salmonicolor (B. et Br) Tjokr.Jenis jamur ini merupakan penyakit utama yang menyerang tanaman kakao dan dialami hampir oleh semua petani kakao. Penyebab utama penyakit ini adalah kebersihan kebun yang kurang serta minimnya pemangkasan.